Sabtu, 24 Juni 2023

Perjalanan Membaca Lintang

Hampir sepuluh tahun yang lalu saya mulai membacakan Lintang cerita. Saat itu usia Lintang 1 tahun. Buku pertama yang saya beli adalah board book mengenal warna. Sejak itu saya rajin membeli buku cerita bergambar. Apalagi saat itu didukung adanya bazzar buku murah di mall dekat rumah. Sebulan sekali, saya menyempatkan mencari buku-buku bacaan menarik. Hingga kini kami memiliki cukup banyak koleksi buku bacaan anak-anak. Saat ini bazzar buku di mall dekat rumah itu sudah tidak ada, toko buku besar yang ada juga jauh dari rumah. Bertambahnya anggota keluarga, pandemi yang melanda membuat tidak lagi keluar rumah apalagi hanya untuk sekedar membeli buku. Hingga pandemi mereda, kami berkesempatan jalan-jalan ke sebuah toko buku besar. Betapa kagetnya saya saat melihat harga-harga buku yang meroket tajam. 

Bersyukurnya buku-buku ini masih bisa dimanfaatkan sampai ke Aga dan Wulan. Ada beberapa buku yang rusak karena seringnya dibaca. Ada juga yang tak sengaja terkena air hingga mengering dan harus berakhir di tempat sampah. Lintang tipe yang suka berganti-ganti buku cerita sementara Aga dan Wulan berbeda. Apabila mereka sedang menyukai cerita dari sebuah buku maka mereka akan minta dibacakan buku itu berulang kali. waktu membacakan buku bagi mereka tidak se intensif saat Lintang kecil dulu. Saat Lintang kecil, hampir setiap malam kami membaca buku sebelum tidur. 

Membacakan buku menjadi faktor pendukung anak suka membaca. Lintang menjadi salah satu contohnya. Bermula dari pandemi yang mengharuskan kami dirumah saja. Lintang tertarik untuk membongkar buku-buku cerita bergambar dalam lemari. Dia menemukan buku Salah Sangka. Yang saya pun lupa pernah membelinya. Buku itu kurang diminati anak-anak karena di dominasi tulisan dengan gambar yang sedikit, hanya berupa sketsa hitam putih. Itu menjadi buku pertama yang dibaca dengan inisiatifnya sendiri. Saat membaca buku tersebut, Lintang terlihat menikmati. Dia bisa tertawa sendiri saat membaca cerita di dalamnya. Dari situ saya melihat, Lintang sudah bisa naik level bacaan. Saya pun mulai mengenalkannya dengan buku Harry Potter yang ada di rumah. Namun dia menolak karena melihat bukunya yang tebal tanpa gambar dan penuh tulisan. Membosankan sekali pikirnya. 

Beberapa bujukan dan rayuan tidak membuatnya tergugah untuk mulai membaca. Hingga akhirnya saya coba membacakannya saja. maka setiap malam sebelum tidur, biasanya setelah adik-adiknya tidur. Saya mulai membacakan halaman demi halaman buku Harry Potter dan batu bertuah. Buku pertama dari seri Harry Potter. Halaman demi halaman dibaca. Lintang menyimak dengan baik karenanya dia mulai larut dalam cerita. Selesai bab 1 Lintang minta lanjut dibacakan. Ee tapi jadi muncul ide untuk tak lagi membacakan dan memintanya membaca sendiri. Dan berhasil yeeeey... Karena sudah muncul rasa penasaran sejak itu dia mulai membaca mandiri buku-buku Harry Potter. Seorang komika pernah berkata, untuk menumbuhkan minat baca seseorang maka orang tersebut harus menemukan minatnya terlebih dulu. Saat seseorang sudah tahu minatnya maka dia tidak akan segan membaca buku yang terkait dengan minatnya itu.

Kini Lintang sudah bolak balik membaca serial Harry Potter. Saya sudah mengarahkan untuk membaca koleksi buku lain yang kami punya namun dia masih belum bisa move on dari Harry Potternya. Sementara Wulan lagi suka-sukanya dibacakan buku bergambar serial Rumah Kecil karya Laura Ingalls Wilder. Lintang yang masih suka ikut menyimak, saat saya membacakan buku kepada adik-adiknya, penasaran dengan buku tersebut. "Ini beneran mi?" Tanya nya. Maksudnya apa Laura itu benar-benar kisah nyata. Saya pun mengiyakan dan juga memberi tahu bahwa seri rumah kecil awalnya dibuat berbentuk novel. Dari situ dia minta dibelikan novel seri rumah kecil. Dan saat ngecek harganya di marketplace bikin melongo. FYI seri Rumah kecil masuk dalam kategori living books Charlotte Mason. Sehingga mungkin karena peminatnya banyak, harga jual buku bekasnya melambung tinggi. Sekarang saya masih mencari buku bekas seri rumah kecil dengan harga yang terjangkau.