Minggu, 29 Maret 2026

Cerita Lebaran

Saat Lebaran, anak sekolah libur selama dua pekan. Menurut surat edaran dinas pendidikan Karawang, libur lebaran mulai Senin 16 Maret sampai dengan Jumat 27 Maret. Total 16 hari Bila dihitung dengan hari sabtu dan minggu. 
Di TK wulan, Jumat 13 Maret sudah libur, Sementara Aga sudah libur mulai dari hari Selasa 10 Maret. Lintang yang bersekolah di sekolah negeri, libur sesuai edaran dinas.

Kami berangkat mudik ke Batang hari Rabu tanggal 18 Maret dan kembali hari Senin tanggal 23 Maret. Setelah beberes dan beristirahat selama satu hari di rumah. Selasa, 24 Maret, kami berangkat lagi menuju Jatiwaringin pondok gede, Berlebaran ke rumah orang tua saya. Bapak saya adalah anak pertama dari 4 bersaudara, saat lebaran semua adik-adik bapak beserta anak cucunya akan berkumpul dirumah. Sehingga tak perlu berkeliling karena bertemu di satu titik. Namun karena saya tidak lebaran dirumah, maka saya berkunjung ke rumah adik-adik bapak untuk bersilaturahmi.

Sementara dari keluarga ibu, di hari pertama lebaran berkumpul di rumah nenek bulik (adik dari ayahnya ibuku) tapi karena hari pertama lebaran kami berkumpul bersama keluarga bapak. Biasanya hari kedua lebaran baru berkunjung kesini. Kali ini kami baru berkunjung setelah pulang dari mudik.

Saya menginap di rumah bapak ibu sampai hari Sabtu, 28 Maret. Selama saya menginap ada pakde dan bulik (sepupu bapak) yang bersilaturahmi, sepupu-sepupu bapak. Ada juga ponakan-ponakan ibu yang berkunjung.
Momen lebaran memang waktunya untuk berkumpul dan bertanya kabar terbaru tentang keluarga masing-masing.

Alhamdulillah semua paklik dan bulikku baik-baik dan ngga ada yang julid. Yang sering meluncurkan pertanyaan julid ini biasanya nenekku (ibu dari bapak) saat ini usianya 80 tahun. Sepertinya pertanyaan kapan nikah dan kapan punya anak sangat umum ditanyakan pada masa muda nenekku. Sehingga pertanyaan seperti itu dianggap wajar dan masih sering ditanyakannya pada zaman sekarang. 

Buat orang yang baru masuk ke keluarga kami, pasti pernah merasakan sakit hati karena komentar komentar beliau. Pernah suatu hari istri adikku ditanya kenapa kamu belum hamil. Istri adikku menjawab, coba tanya mas juga kan bikinnya berdua. Lalu dilain kesempatan adikku mengajak nenek mengobrol, kalau pertanyaan kapan kamu nikah, kapan kamu punya anak sama seperti pertanyaan kapan kamu meninggal, kita ngga bisa jawab. Sejak itu nenekku ngga pernah lagi nanya kapan kamu punya anak ke istri adikku. Tapi kalo ke yang laiin ya masih,,