Jumat, 20 Maret 2026

Belajar Membuat Keripik Bawang


Keripik bawang buatan mertua rasanya juara. Dijamin sekali coba pasti langsung ketagihan karena rasanya yang gurih dan krispi. Mudik kali ini saya berkesempatan praktek langsung belajar cara membuatnya. Bahan yang diperlukan sangat mudah didapat, cara membuatnya juga cukup mudah namun ternyata memang ada beberapa teknik yang harus dikerjakan agar keripik menjadi renyah. Yuk langsung aja kita praktek.

Mertua menyiapkan bahan 2kg terigu untuk membuat keripik bawang. Bahan bahannya sebagai berikut :
2kg terigu
1 butir telur
2 sdm margarin
2 bungkus masako (kemasan renceng)
1 bungkus micin (harga 500)
Bumbu halus (7 siung bawang putih, 4 batang seledri, 3 batang daun bawang)
Air es (disesuaikan dengan adonan)

Cara membuatnya : semua bahan kecuali air es dicampur hingga rata, setelah rata tepung menjadi bergerindil halus masukkan air es. Masukkan air sedikit demi sedikit. Diawal mertua memasukkan segelas air es setelah agak tercampur baru menambahkan segelas lagi. Setelah diaduk, masih ada remahan tepung yang belum tercampur karena adonan masih terasa kering. Tapi mertua bilang airnya sudah cukup, cukup terus diuleni hingga membentuk adonan padat.

Saat itu kalau bikin sendiri, sudah pasti saya tambahkan air hingga membuat adonan lebih elastis. Menurut mertua bila adonan kalis malah akan membuat keripik bawang menjadi keras maka penggunaan air cukup sedikit saja asal adonan bisa saling menempel. 

Lalu adonan dibagi menjadi bagian bagian kecil yang dibentuk bulat pipih. fungsinya saat menggiling kita bisa langsung mengambil bagian kecil itu. Saat menggiling pun adonan yg sidah dibagi harus dibedakin dengan terigu, selesai giling lipat dan giling hingga tipis. Setelahnya didapat adonan pipih tipis yang memanjang. Kita tinggal memotongnya dengan rol gerigi. Biasanya didapat satu paket dengan alat penggiling.

Adonan menumpuk tak apa nanti saat digoreng mereka akan terpisah sendiri. Goreng dalam minyak yang cukup banyak dan panas. Hasilnya keripik bawang yang super kriuk dan gurih. Dijamin setoples ga berasa apalagi dimakan saat kumpul bareng keluarga.

Kamis, 19 Maret 2026

Perjalanan Mudik 2026

Perjalanan mudik 2026

Tanggal 18 Maret 2026 kami berangkat mudik. Ini pertama kali kami sekeluarga mudik bawa mobil, pukul 8 pagi kami berangkat dr rumah ninggalin Mesi kucing dan kedua anaknya yg masih nenen umur dua bulan di teras rumah dengan persediaan makanan kering yg kami rasa cukup untuk seminggu kedepan. 

Pagi itu jalan menuju pintu masuk tol Karawang timur ramai lancar, meskipun perempatan tol sudah ditutup, sehingga kendaraan yg hendak masuk tol harus berputar di u turn yang jaraknya satu km didepan perempatan.

Saat masuk tol kami malah masuk tol arah Jakarta. Hitung hitung buat papi pemanasan bawa mobil. Pukul 10 Kami keluar karawang barat dan masuk kembali ke jalur tol yg benar. Begitu masuk, kemacetan langsung terasa dan kami resmi jadi bagian dari para pemudik yang kena kemacetan.

Tujuan kami ke kabupaten Batang, keluar tol Kandeman tol trans Jawa km 348.  kami sudah potong start karena mulai dari Karawang km 47 (sebenarnya tol kartim km 56 kalo ngga salah masuk tol)

Mulai dari Karawang hingga cikampek diberlakukan sistem contra flow. Setelah km 70 diberlakukan sistem satu arah. Jadi semua tol hanya dipakai untuk arah ke timur. Sistem one way berlaku hingga tol semarang.

Kemacetan terjadi karena lonjakan kendaraan yang melintas. Sepanjang tol cipali kemacetan sangat terasa. Apalagi kami berada ditengah kemacetan pas tengah hari. Ac mobil kami tak mampu menahan hawa panas diluar.

Kemacetan semakin terasa saat mendekati rest area. Antrian kendaraan yang hendak masuk rest area memperparah kemacetan. Rest area sepanjang tol cipali selalu penuh. Hawa panas menambah rasa lelah para pengemudi.

Pukul 12 kami keluar tol kertajati untuk beristirahat. Kami beristirahat di kantor penjaga yg letaknya persis di sebelah pintu tol kertajati. Setelah ke toilet, solat dan beristirahat sejenak pukul 13.00 kami melanjutkan perjalanan.

Perjalanan masih tersendat sampai ke cirebon,
Rest area selalu penuh. Lewat cirebon kemacetan mulai terurai. Pukul 15.00 kami sampai brebes dan istirahat kembali di rest area. Selesai solat anak-anak makan. Kami agak lama disini hingga pukul 16.30. setelahnya jalanan lancar hingga keluar tol kandeman. Rata-rata kecepatan 100km/jam

Pukul 15.30 kami tiba di rumah. Tak lama kemudian tiba waktunya berbuka puasa. Alhamdulillah selamat sampai tujuan.

Jumat, 20 Februari 2026

Menemani Ibu Berobat

Hari ini anter ibu ke RSUD dr Chasbulloh Abdulmajid kota Bekasi. Ibu berobat menggunakan BPJS, beberapa kali ke klinik faskes tingkat 1 dengan keluhan sakit perut bagian kiri. Beberapa kali kunjungan diagnosa dokter adalah sakit lambung dan biasanya pulang dengan obat lambung. Sampai bulan lalu, ibu mengeluh air seni berbusa dan berwarna keruh dengan sakit perut bagian kiri yang masih dirasakan. Maka Ibu kembali pergi ke klinik faskes tingkat 1. Dengan keluhan yang bertambah, dokter klinik merekomendasikan ibu untuk tes urin. Hasilnya ada endapan abnormal dalam urin.

Dari hasil tes urin, dokter memberi surat rujukan ke dokter urologi di RS Karunia Kasih. Untungnya jarak rumah bisa dijangkau dengan jalan kaki. Ibu sangat mandiri, pergi berobat sendiri tanpa ada yang mendampingi. Setelah anak-anaknya menikah, ibu dan bapak memang hanya tinggal berdua. Saya berkunjung sesekali saat anak-anak libur sekolah.  

Saat bertemu dengan dokter urologi di RS Karunia Kasih, dokter melakukan USG organ dalam, hasilnya ginjal sebelah kanan ada pembengkakan. Lagi lagi ibu mendapat rujukan untuk melakukan CT Scan, sayangnya belum ada CT scan di sana, jadi CT scan dilakukan di RS Restu Kasih Cililitan. 

Singkat cerita, ibu berangkat ke RS Restu Kasih untuk melakukan CT scan, hasilnya dibawa kembali ke dokter Urologi di RS Karunia Kasih. Dari Hasil CT scan terlihat beberapa masalah. Dr urologi di RS Karunia Kasih kembali merujuk ibu ke RSUD Kota Bekasi untuk tindakan lebih lanjut.

Kebetulan saat jadwal berobat ke RSUD Kota Bekasi saya sedang menginap, disitulah ibu memberitahu riwayat berobat yang saya ceritakan diatas. Syukurnya saya dapat mendampingi karena jarak RSUD kota Bekasi jauh dari rumah.

Kami berangkat pukul 6.40 pagi, pagi itu jalan lengang karena anak sekolah libur awal puasa. Pukul 7.30 kami sampai dan diarahkan ke gedung D. Masuk ke gedung D dipadati oleh pasien dan keluarganya. Kami mendapat nomor antrian 65 untuk pendaftaran saat itu nomor yg dipanggil baru sampai 30. Pukul 9 kami selesai di pendaftaran mendapat antrian poli urologi nomor 23.

Menurut suster poli urologi, hari ini adalah jadwal dr Bagus tapi berhalangan hadir sehingga digantikan oleh dr Herbayu. Dan jadwal kedatangan dokter pukul 11. Masih ada dua jam lagi, saya dan ibu memutuskan menunggu di loby gedung A yang lebih lengang dan santai.

Menjelang pukul 11 kami kembali ke poli Urologi di gedung D. Ruang tunggu semakin padat dengan pasien dan keluarganya. Pukul 11.20 dokter baru tiba, dan satu persatu pasien dipanggil sesuai nomor antrian.

Dokter Bayu menanyakan keluhan yang ibu alami, melihat hasil CT scan lalu menjelaskan penyakitnya. Menurut penjelasan dokter, batu ginjal ada di sebelah kanan dan itu harus segera dilakukan tindakan. Keluhan sakit di bagian kiri bisa jadi karena ada penyempitan pembuluh darah (syaraf kejepit) dilihat dr hasil ct scan. Sebelum tindakan operasi dengan sayatan kecil, ibu diminta melakukan rongsen dan cek darah. 

Selesai konsul dengan dokter, perawat menjelaskan tentang jadwal kontrol dan tindakan selanjutnya. Ibu diminta pergi ke gedung A untuk melakukan rongsen dan pengambilan sampel darah. Hasil darah diambil saat jadwal kontrol selanjutnya, sementara hasil rongsen langsung diserahkan ke dokter, bila kita ingin melihat hasilnya bisa dilakukan secara online melalui situs siberojol.id

Maka selesailah pemeriksaan hari itu. Sebelum pulang, kami solat zuhur terlebih dahulu. Setelah bingung cari jalan masuk tol, akhirnya pukul 14.30 kami tiba sampai dirumah.

Kamis, 19 Februari 2026

Kegiatan Quranic Science & Art

Mengawali minggu pagi menjelang Ramadhan, kami mengikuti kegiatan Quranic Science yang diadakan oleh TAFKO berkolaborasi dengan Kata Pena, Kegiatan ini adalah kegiatan penutupan Tafko batch 18, kegiatan diawali dengan murojaah surat Abasa bersama. Sebelum memulai kami diminta menyiapkan alat dan bahan sederhana antara lain gelas berisi air, plastik klip kecil yang ukurannya lebih kecil dari gelas, kertas putih dan spidol atau crayon untuk menggambar. 


Sesi Quranic science dipandu oleh Ibu Fitri dari Kata Pena. Quranic science kali ini adalah belajar mengenai pembiasan cahaya, bagaimana cahaya melewati dua media yang berbeda. Anak- anak agak loading saat penjelasan tentang pembiasan. Lalu ibu Fitri meminta peserta menggambar pada kertas kecil yang sudah disediakan sebelumnya.

Aga mewarnai kertas kecil miliknya, sementara Wulan menggambar rumah dengan awan biru dan rumput hijau. 

Setelah semua peserta selesai menggambar, gambar tersebut dimasukkan kedalam plastik klip yang tersedia. Ajaibnya, saat plastik dengan kertas bergambar didalamnya dicelupkan kedalam segelas air bening, gambar itu lenyap, menghilang. 


Pada percobaan pertama, kami gagal karena plastik klip yang digunakan bocor, airnya merembes ke dalam gambar. Setelah mengganti plastik, barulah kami berhasil melenyapkan gambar tersebut kedalam air.


yang paling wulan suka adalah menyelupkan plastik gambar itu berulang kali seperti kantong teh. Setelahnya Ibu Fitri menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi. Karena cahaya merambat melewati 2 media yang berbeda udara dan air. Pembiasan cahaya di dalam air membuat gambar seolah menghilang. Memasuki sesi Quranic, Ibu Fitri menjelaskan surat An-Nur ayat 35 tentang cahaya di dalam Al-Quran.


Sambil menyimak penjelasan, Wulan mewarnai gambar lampu yang dibagikan. Selesai acara, selesai pula wulan mewarnai gambar lampunya. Menjelang penutupan, mba Lintang datang melihat kegiatan yang sedang kami lakukan dan ikutan kepo dengan ‘sulap” menghilangkan gambar dan mempertanyakan mengapa bisa begitu. Lanjut deh mami yang berusaha menjelaskan hasil belajar dari Ibu Fitri tadi.


Pelajaran seperti ini memang lebih seru kalau dibarengi dengan praktek, walaupun anak-anak masih lebih asyik dengan praktek sulapnya tapi praktek ini bisa menjadi pemantik obrolan dan membangun rasa ingin tahu anak. Terima kasih Tafko dan Kata Pena yang sudah memfasilitasi kami belajar Al-Quran dengan praktek yang menyenangkan.

Selasa, 10 Februari 2026

Sharing Perijinan Daycare Mandiri 2025

Beberapa waktu lalu, saya menghadiri undangan dari DP3A Karawang dalam rangka sosialisasi perijinan Daycare bekerja sama dengan PTPA Nusa. Kegiatan dilaksanakan di resto dan meeting room Lebak Sari Indah. Kegiatan ini merupakan sosialisasi terkait perijinan Daycare.

Setelah berbagai sambutan dari pihak terkait, acara inti dimulai dari Kepala Disdikpora Kabupaten Karawang.

Dalam mengurus perijinan daycare dimulai dari Disdikpora.. 

yang harus dimiliki saat mengajukan perijinan di Disdikpora adalah : 

Akta Pendirian Yayasan disertai dengan struktur organisasi yang jelas dan deskripsi tugas dari semua pengurus dan staff yayasan.

Surat kepemilikan lahan (standar luas lahan 300m persegi)

Surat kerjasama dengan klinik atau psikolog

Kurikulum PAUD standar nasional.

Borang Tara (Taman asuh ramah anak)


Syarat yang juga harus dipenuhi untuk mendapatkan surat rekomendasi adalah : 

Rasio pengasuh yang sesuai standar ( 1-2 tahun 6 orang/ 1 guru, 0-1 thn, 4 anak/ 1 guru)

Kepala Sekolah S.1 pendidikan

memiliki minimal 1 staf bersertifikat kompetensi

Pengasuh minimal SMA sederajat

Memiliki rancangan kegiatan harian

Mengisi borang TaRa


Teknis perijinan setelah dokumen siap, perijinan dilakukan dengan mendaftar online melalui DPMPTSP, setelah terdaftar pihak Disdikpora akan memverifikasi kelengkapan data, bila data oke akan dilakukan survey lapangan ke daycare yang didaftarkan. 


Setelah terverifikasi oleh petugas penilik disdikpora, akan keluar surat rekomendasi disdikpora. Surat rekomendasi ini didaftarkan lagi ke DPMPTSP untuk mendapatkan ijin operasional Daycare. Yang perlu disiapkan adalah : 

Akta Pendirian yayasan dan kelengkapannya.

Struktur organisasi yayasan.

NPWP yayasan

NIB beresiko

Surat rekomendasi Disdikpora

Pengajuan bisa dilakukan secara online melalui aplikasi “sapa akang”.

Setelah data terverifikasi, pendaftar akan mendapat nomor resi, diinfo ke email yang terdaftar termasuk informasi pengambilan surat ijin di loket DPMPTSP.


Surat ijin operasional berlaku selama 2 tahun dan wajib diperpanjang. Surat ijin operasional dibawa kembali ke Disdikpora untuk mendapatkan NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional).


—-----


Perijinan daycare disamakan dengan perijinan untuk sekolah, perijinannya masuk ke ranah pendidikan usia dini. Melihat alur yang panjang dalam mengurus perijinan sangat sayang bila hanya mengurus untuk daycare saja ranpa dibarengi dengan unit lain. Setelah mengobrol dengan para owner daycare mandiri rata rata masih dalam tahap pendirian yayasan saja. Daycare yang berijin lengkap biasanya masuk dalam yayasan sekolah, tak heran mengingat perijinannya yang sama seperti sekolah. Sementara Daycare organik yang muncul dari rumahan dan kebutuhan masyarakat agak sulit mengembangkan diri dengan modal dan sarana prasarana yang terbatas.


yang saya uraikan di atas hanyalah perijinan wajib dari disdikpora. Sementara ada standar lainnya yang harus dipenuhi oleh daycare dari kementrian BKKBN yaitu standar Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak)



Contoh Borang Tara milik kementrian P3A https://drive.google.com/file/d/1oIRbTV7_oS0IMioLDAHPYjfIyvLW0Smh/view?usp=drivesdk


Pedoman TARA 2024

https://drive.google.com/file/d/1WepqzwbRtGy4xUVMz3WCf6cYuwUW9kvu/view?usp=drivesdk 



Pedoman TAMASYA milik kementrian BKKBN 2025

https://drive.google.com/file/d/1fikH3svaz5m-NPhWvQgiqCtWpGm5cKbs/view?usp=drivesdk