Mengawali minggu pagi menjelang Ramadhan, kami mengikuti kegiatan Quranic Science yang diadakan oleh TAFKO berkolaborasi dengan Kata Pena, Kegiatan ini adalah kegiatan penutupan Tafko batch 18, kegiatan diawali dengan murojaah surat Abasa bersama. Sebelum memulai kami diminta menyiapkan alat dan bahan sederhana antara lain gelas berisi air, plastik klip kecil yang ukurannya lebih kecil dari gelas, kertas putih dan spidol atau crayon untuk menggambar.
Sesi Quranic science dipandu oleh Ibu Fitri dari Kata Pena. Quranic science kali ini adalah belajar mengenai pembiasan cahaya, bagaimana cahaya melewati dua media yang berbeda. Anak- anak agak loading saat penjelasan tentang pembiasan. Lalu ibu Fitri meminta peserta menggambar pada kertas kecil yang sudah disediakan sebelumnya.
Aga mewarnai kertas kecil miliknya, sementara Wulan menggambar rumah dengan awan biru dan rumput hijau.
Setelah semua peserta selesai menggambar, gambar tersebut dimasukkan kedalam plastik klip yang tersedia. Ajaibnya, saat plastik dengan kertas bergambar didalamnya dicelupkan kedalam segelas air bening, gambar itu lenyap, menghilang.
Pada percobaan pertama, kami gagal karena plastik klip yang digunakan bocor, airnya merembes ke dalam gambar. Setelah mengganti plastik, barulah kami berhasil melenyapkan gambar tersebut kedalam air.
yang paling wulan suka adalah menyelupkan plastik gambar itu berulang kali seperti kantong teh. Setelahnya Ibu Fitri menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi. Karena cahaya merambat melewati 2 media yang berbeda udara dan air. Pembiasan cahaya di dalam air membuat gambar seolah menghilang. Memasuki sesi Quranic, Ibu Fitri menjelaskan surat An-Nur ayat 35 tentang cahaya di dalam Al-Quran.
Sambil menyimak penjelasan, Wulan mewarnai gambar lampu yang dibagikan. Selesai acara, selesai pula wulan mewarnai gambar lampunya. Menjelang penutupan, mba Lintang datang melihat kegiatan yang sedang kami lakukan dan ikutan kepo dengan ‘sulap” menghilangkan gambar dan mempertanyakan mengapa bisa begitu. Lanjut deh mami yang berusaha menjelaskan hasil belajar dari Ibu Fitri tadi.
Pelajaran seperti ini memang lebih seru kalau dibarengi dengan praktek, walaupun anak-anak masih lebih asyik dengan praktek sulapnya tapi praktek ini bisa menjadi pemantik obrolan dan membangun rasa ingin tahu anak. Terima kasih Tafko dan Kata Pena yang sudah memfasilitasi kami belajar Al-Quran dengan praktek yang menyenangkan.