Sabtu, 25 Oktober 2025

Daftar Sekolah, tahap RKS dan wawancara

Ulan akan memasuki jenjang Sekolah Dasar di tahun depan, tahun ajaran 2026/2027. Sama seperti kedua kakaknya, Ulan kami daftarkan ke SDIT Buahati. Pendaftaran SD buahati sudah dibuka awal Oktober 2025. Setelah membayar biaya formulir, orangtua pendaftar mendapat akses akun di aplikasi sekolah dan diminta melengkapi formulir yang diminta kedalamnya.


Hari ini, Sabtu, 25 Oktober 2025 kami mendapat jadwal wawancara dan riset kematangan calon siswa. Pukul 7 pagi saya dan ulan berangkat dengan motor. Pak suami tidak bisa ikut karena jadwal bekerja. Sesampainya di sekolah, saya melakukan registrasi sesuai ruang yang diinformasikan sebelumnya. 


Saat melakukan registrasi, kami mendapat map formulir yang harus diisi. Saya mengantarkan Ulan ke ruang 10 di lantai 2. Setelah itu saya mengisi formulir yang didapat saat registrasi tadi. lembar pertama berisi pertanyaan tentang kebiasaan anak, seperti apakah anak sudah bisa makan sendiri dan pertanyaan sejenis. Lembar kedua berisi pernyataan kesanggupan orangtua membayar biaya biaya yang telah ditetapkan sekolah. Lembar terakhir adalah surat pernyataan bermaterai bahwa orang tua menerima dengan ikhlas hasil yang ditetapkan pihak sekolah, apakah si anak diterima atau tidak.


Sebelum memulai wawancara, orang tua diminta berkumpul di aula lantai 4 untuk mendapatkan informasi tentang buahati dan teknis wawancara. Pukul 8 acara di aula baru dimulai. Dibuka oleh mc, dilanjutkan dengan sambutan dari kepala sekolah. Kepala sekokah menjelaskan tiga keunggulan sekolah yang fokus mengembangkan Alquran, karakter dan prestasi peserta didik. Dilanjut dengan seorang ibu dari bagian penjamin mutu yang mempromosikan kelas baru di buahati yaitu EBC (English based class) satu kelas yang menggunakan bahasa inggris sebagai bahas pengantar dan ijasah cambrige, SPP untuk kelas ini 60% lebih tinggi dari kelas reguler. Yang terakhir adalah sambutan dari wakil direktur yayasan. Untuk yang terakhir saya kurang menyimak apa yg disampaikan. 


Setelah selesai orang tua kembali menuju ruang wawancara yang sudah diinformasikan sebelumnya. Wawancara dilakukan sesuai urutan kedatangan, saya mendapat nomor urut 8. Saat sedang menunggu giliran wawancara, terdengar suara yang menginformasikan, anak sudah selesai melakukan RKS dan bisa di jemput di kelas. Maka saya segera menjemput ulan ke kelas tempatnya mengerjakan RKS.


Pukul 10.15 giliran saya masuk ruang wawancara. Diawal saya memohon maaf karena tidak hadir bersama suami. Pewawancara adalah mantan kepala sekolah. Dan beliau suka sekali bicara. Saya menyampaikan beberapa masukan untuk sekolah dan beliau menanggapinya dengan obrolan panjang. Perasaan cukup lama saya berada di ruangan wawancara.


Maka selesailah tahap wawancara dan RKS dihari itu. Pulangnya kami mampir ke idol mart membeli mainan buat ulan, kebetulan kemarin ulan baru saja membuka celengan plastiknya yang sudah penuh dan ingin membeli mainan dari tabungannya.

Jumat, 24 Oktober 2025

Menuju fase beriman

Beberapa waktu belakangan rajin denger kajian dari Syaiful Karim. Apa yang disampaikannya membuka wawasan baru dan perspektif lain dalam belajar Islam. Sebelumnya saya juga sering menyimak kajian spiritual dari tiga fakir. Perjalanan spiritual tiga fakir mengulas konsep serupa dengan yang dipaparkan Syaiful karim. 

Pembahasan keduanya saling melengkapi, membuat saya semakin paham dan meyakini apa yang beliau-beliau ini sampaikan. 


Menurut Syaiful Karim ada tiga fase keimanan.

Fase pertama belum beriman, banyak orang mengaku beriman tapi hanya sekedar mengaku, belum diakui oleh Allah karena orang yang masuk dalam golongan ini, mereka tidak tahu bahwa mereka tidak tahu. 


Fase kedua fase awal beriman. Golongan ini berada di pertengahan jalan. Fase yang berbahaya, karena masa transisi. Golongan manusia di fase ini bisa lanjut ke fase selanjutnya atau malah kembali tertutup mundur ke fase belum beriman.


Yang ketiga adalah fase beriman.

Islam muslim, Berserah diri

Memilih tidak melawan realitas.

Menerima saat ini apa adanya tanpa syarat dan keberatan.

Setiap waktu adalah saat ini.

Melepaskan penolakan batin (dalam diri) terhadap apa yang ada.


Kajian kajian yang disampaikan oleh Syaiful karim, dikatakannya hanya sebagai pembuka pikiran, belum menjadi santapan rohani. Ilmu ilmu itu baru menjadi santapan rohani bila sudah menjadi pengalaman bagi pendengarnya. 


Begitupun saya di saat ini. Kajian kajian ini begitu menggungah dan terasa nyata. Tidak sekedar menjanjikan pahala dan surga yang nanti. Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang terasa dekat dan nyata. Tapi perjalanan mencapai fase beriman memang perlu dilatih dan diperjuangkan. 


Saya terbiasa menuruti pikiran dan ego. Pikiran selalu bergerak, kendalikan pikiran rasakan dan nikmati kehidupan saat ini sekarang,  Karena hanya saat ini yang dimiliki. Fokus hanya pada saat ini, menerima apapun yang terjadi membutuhkan latihan yang terus menerus. 


Syariat agama yang dilakukan adalah jembtan menuju terbukanya pintu kesadaran. Syariat mengantarkan kita pada fase beriman. Tapi dogma dan doktrin yang kita terima selalu tentang kehidupan nanti di akhirat. Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau sujud kepadanya?












Rabu, 22 Oktober 2025

Nonton Rangga dan Cinta 2025

 Setiap kali ada film baru di bioskop yang ingin saya tonton, saat itulah waktunya buat me time bareng Lintang. Kegiatan nonton bareng ini sebetulnya bukan hanya waktu berkualitas bareng lintang. tapi lebih ke reparenting diri sendiri. Dulu saat masih remaja, ga pernah ada agenda nonton ke bioskop bareng orang tua. Mangkanya tiap kali pergi nonton bersama anak-anak, selalu muncul rasa haru. Saya sadar ini lebih dari sekedar nonton bareng tapi menguatkan inner child dalam diri. Lanjut ke acara nontonnya. kali ini saya nonton film Rangga dan Cinta. remake dari film Ada Apa Dengan Cinta? 

Saya duduk di kelas 2 SMA saat film AADC keluar di tahun 2002. Saat itu AADC sangat booming dan relate sekali dengan kehidupan remaja. Tak hanya filmnya, Soundtracknya pun menjadi sangat terkenal bukan hanya satu lagu tapi satu album. 23 tahun sudah berlalu, AADC diremake menjadi film musikal berjudul Rangga dan Cinta yang sekarang bisa kunikmati bareng Lintang.


Rangga dan Cinta di adaptasi menjadi lebih masuk dengan remaja di tahun 2025 meskipun masih mengangkat cerita berlatar tahun 2000. Diperankan oleh anak-anak muda yang menurut informasi didapat dari hasil casting para produsernya. Karena ini film musikal, setiap pemerannya menyanyikan sendiri lagu-lagu yang menjadi bagian dari cerita. Semua lagu di album AADC menjadi bagian dari cerita. Ada pula beberapa lagu baru yang dibuat untuk melengkapi bagian cerita. Di AADC, lagu-lagu hanya digunakan sebagai backsound sebuah adegan. Kadang ada beberapa lagu yang dipaksa masuk kedalam adegannya. Sementara di Rangga Cinta yang memang mengusung film drama musikal, semua lagu menjadi bagian dari cerita sehingga lagu lagu itu terasa lebih nyambung dengan filmnya. Menonton Rangga dan Cinta melengkapi pengalaman menonton AADC secara lebih utuh.

Menurut saya sebagai generasi penikmat AADC, "cool"nya Nicolas saputra dalam memerankan Rangga tak tergantikan. Namun pemeran Rangga di versi Rangga dan Cinta 2025 juga mampu memberikan rasa yang sama (terutama bila penonton tidak punya memori yang melekat pada versi AADC). Jujurly, saya lebih suka bagian akhir dari Rangga dan Cinta, terasa lebih emosional tanpa phisical touch yang berlebihan. Pesan saya buat penikmat AADC yang mau nonton Rangga dan Cinta, nikmati saja dan kamu akan terhanyut dalam nostalgia.

Senin, 20 Oktober 2025

Kegiatan Belajar Parenting di TKIT Amanah

 Kemarin saya mengikuti kegiatan belajar parenting di Sekolah TKIT Amanah. Seperti pada umumnya kegiatan parenting sudah menjadi agenda tahuhan di setiap sekolah termasuk TK Amanah. Ini Adalah kali ketiga saya mengikuti kegiatan parenting yang diadakan TK tersebut. Ketiga anak saya bersekolah di TK yang sama. Mulai dari Lintang yang saat itu termasuk angkatan ke 4 (tahun 2018), Aga angkatan ke 10 (tahun 2023) hingga saat ini Wulan angkatan ke 12 (tahun 2025). Tema yang diangkat kali ini adalah Peran orang tua dalam perkembangan sosio emosional anak usia dini dengan narasumber bapak Mego Husodo seorang psikolog anak.


Berikut rekap ilmu yang saya dapatkan dari kegiatan belajar parenting tersebut :

Pengaruh ortu dlm perkembangan emosi anak

Yg mempengaruhi perkembangan emosi anak:

- Kelekatan ; anak butuh validasi, validasi emosi anak, tunjukan empati pada emosi yg dirasakan anak

- Pola asuh ; konsisten

- Kepribadian anak

- Pengaruh sosial


Yg perlu dilakukan ortu :

- Cinta tanpa syarat, tunjukan cinta dengan memberikan waktu (mendampingi, hadir penuh), beri sentuhan, pengakuan, penghargaan/apresiasi

- menjadi Role model (Katakan & tunjukan emosi yg ortu rasakan pada anak)

- Konsisten tanpa marah & ceramah

- Asah asih asuh ; orangtua bijak dalam.menghadapi masalah dengan : menerima, analisa, intervensi & pasrah

- Buat anak merasa berharga ; Gunakan mantra 5S saat bicara dengan anak : Samperin, Senyum, Sentuh, Sapa, Sabar

3 waktu yg dianjurkan bicara :

Diwaktu sakit

Diatas kendaraan

Disaat makan


Setelahnya, pihak sekolah menyebrkan kuisioner yang hqrus diisi oleh orang tua, berikut jawaban yang saya berikan : 

Arane Wulan

Kelas B1


​Tujuan: Memahami dan menyelaraskan strategi pengembangan sosial-emosional anak antara sekolah dan rumah.


​I. Mengenal Anak di Lingkungan Rumah

​Bapak/Ibu, di rumah, bagaimana perilaku anak saat menunjukkan emosi kuat seperti marah, kecewa, atau sangat gembira? Bagaimana cara terbaik Bapak/Ibu untuk meresponsnya?

​Keterampilan sosial apa yang saat ini paling Bapak/Ibu banggakan dari anak (misalnya: berbagi, menunggu giliran, atau empati kepada orang lain)?

*Jawaban* :

- menunjukan emosi marah & kecewa yg kuat dengan menangis, sementara saat menunjukan emosi yg sangat gembira dengan bergerak kesana kemari.

-  direspon dengan memberinya waktu meluapkan emosinya, sesekali sambil diingatkan apabila melakukan hal yg tidak baik (misal menangis sambil lempar2 barang)

-  keterampilan sosial yg dibanggakan mau berbagi, mau menunggu giliran, menunjukan kemampuan mengenali batasan yg baik (misal menolak diajak main oleh teman saat waktunya tidur siang)



​Adakah hal-hal yang sedang sulit atau menjadi tantangan bagi anak dalam bersosialisasi atau mengatur emosinya di rumah?

*Jawaban* :

Tantangannya selalu ingin mendapat hal yang sama dengan kakak2 nya, iri bila kakaknya mendapat sesuatu yg lebih


​II. Penyelarasan dan Perbedaan Pendekatan

​Di sekolah, kami menerapkan [Sebutkan 1-2 contoh aturan atau metode di sekolah, misalnya: metode time-out atau 'zona tenang']. Apakah Bapak/Ibu menerapkan aturan yang serupa di rumah? Jika tidak, apa bedanya?

​Menurut Bapak/Ibu, apakah perbedaan pendekatan antara sekolah dan rumah ini justru membantu atau malah membuat anak bingung?

*Jawaban*:

Dirumah ada aturan bergantian dan menunggu giliran, harapan nya aturan-aturan yang baik bisa selaras antara sekolah dan rumah


​Sikap atau perilaku spesifik apa yang Bapak/Ibu ingin kami (guru) bantu kembangkan pada diri anak di sekolah, sehingga sejalan dengan nilai-nilai di rumah?

*Jawaban*:

Membantu anak berlatih mengungkapkan ide/ pikirannya secara verbal dan personal, misal anak yang tunjuk tangan dipersilahkan bicara/menjawab pertanyaan bukan bicara/menjawab beramai2


​III. Komunikasi dan Kolaborasi Dua Arah

​Seberapa sering Bapak/Ibu merasa perlu mendapatkan informasi dari kami (guru) tentang perkembangan sosial-emosional anak, di luar laporan rutin?

*Jawaban*:

-Apabila ada hal yg bersifat emosional bagi anak, guru bisa menginformasikan di hari itu jg melalui pesan WA, misal hari itu anak menangis karena tidak kebagian mainan saat istirahat

- waktu pengambilan rapot bisa dimaksimalkan menjadi sarana komunikasi bagi guru & orang tua dengan memberikan slot waktu konsultasi secara personal,

- orang tua mengisi jadwal waktu pengambilan rapot, sehingga ortu datang sesuai jadwalnya.

 - guru di dalam kelas hanya bersama orang tua yg mengambil sesuai jadwalnya, sementara ortu giliran selanjutnya menunggu di luar/ ditempat yg sudah disediakan


​Informasi apa dari rumah yang menurut Bapak/Ibu penting bagi kami di sekolah untuk ketahui agar kami bisa mendukung anak dengan lebih baik? (Contoh: sedang cemas karena sesuatu, ada perubahan di rumah)

*Jawaban*:

Wulan sedang semangat mempelajari hal baru dan sangat mendengar nasihat ibu guru


​Menurut Bapak/Ibu, kolaborasi seperti apa yang paling efektif? Misalnya, apakah kami perlu memberi saran tentang cara mendisiplin di rumah, atau Bapak/Ibu yang memberi saran cara menangani anak di sekolah?

*Jawaban*:

Guru & orang tua saling berbagi informasi, 

Guru bisa berbagi pengamatan tentang perilaku anak di sekolah sementara orang tua memberikan info tentang kebiasaan di rumah.


​Bagaimana kita dapat menciptakan komunikasi dua arah yang lebih terbuka sehingga strategi yang kita gunakan di sekolah dan di rumah bisa saling mendukung dan memperkuat karakter sosial-emosional anak secara konsisten?

*Jawaban*:

Guru bisa menginformasikan keterampilan yg sedang dikembangkan di sekolah

Misal bulan ini berlatih bertanggung jawab

Lalu ada PeEr mendokumentasikan kegiatan melatih tanggung jawab di rumah (butuh dukungan dari orangtua)



Rabu, 24 September 2025

Belajar Mengemudi

Hampir sebulan ini saya mulai belajar mengemudi. Pertama belajar, langsung menggunakan mobil matic. Tak terlalu sulit untuk mengendarai mobil matic karena kita tak terlalu sibuk berpikir untuk pindah gigi. Setelah berlatih merasakan injakan gas dan rem, saya langsung turun kejalan umum yang tak ramai dilalui kendaraan. Kalau pun ada yang lewat, bisa dengan mudah melewati mobil yang saya kendarai dengan lambat. 


Mengendarai mobil matic tak sibuk mengganti gigi. Cukup menempatkan perseneling pada posisi D maka mobil akan bergerak maju dengan sendirinya. Kita cukup memainkan rem dan gas untuk mengatur kecepatan mobil bergerak. Saat mundur, perseneling pada posisi R alias reverse maka saat menginjak rem dan gas, mobil akan bergerak mundur. Sementara perseneling N (netral) membuat mobil diam tak bergerak dan perseneling P (parkir) untuk mengunci ban sehingga diam. Semua itu masih dalam pikiran, belum masuk ke alam bawah sadar.


Tantangan terbesar saar belajar mengemudi adalah menemukan feeling membelokkan mobil. Seberapa banyak putaran stir yang harus dilakukan mempengaruhi putaran arah mobil. Sudut pandang pengemudi juga sangat menentukan posisi mobil. Sebagai pengemudi pemula, saya belum terbiasa menempatkan mobil dalam posisi tepat di tengah, karena posisi pengemudi yang berada di sebelah kanan. Buat saya mengemudi di jalanan kota tempat saya tinggal sangat menantang, mengingat sebagian besar pengguna jalan di sini sangat tidak sabar, kurang beretika dan tidak taat aturan. Disertai dengan banyaknya kondisi jalan yang rusak jadi paket combo untuk selalu waspada saat berkendara.


Saat belajar mengemudi, rasanya semua indera dalam posisi waspada sehingga setelah selesai badan jadi terasa sangat lelah. Saya berlatih dengan seorang instruktur mengemudi yang datang kerumah dengan total pertemuan 10 jam. Saat ini saya mulai menemukan “rasa” dalam mengemudi mobil. Sudah 3 kali saya pergi ke jalan umum tentunya masih didampingi. Saat tanpa pendamping saya hanya berkeliling di dalam perumahan untuk memperlancar dan menemukan rasa dalam mengemudi. Harapannya bulan depan saya sudah berani mengendarai mobil sendiri keluar kota.