Minggu, 19 April 2026

Cerita IGDku

Pukul 5 sore Saya sedang duduk santai sambil melipat cucian yang sudah kering sementara suami fokus memperbaiki alat cukur yang macet. Tiba tiba dari luar terdengar suara gabruk sepeda jatuh. Suami segera melihat keluar dan saya menyusulnya. Terlihat Wulan menelungkup diatas sepedanya. Suami segera menggendongnya masuk dan saya memasukkan sepeda. Bekas darah terlihat di baju bagian leher ulan. Saya mengambil kapas dan membasahinya dengan minyak tawon. Terlihat luka menganga di dagu ulan. Ulan menangis, saat saya mengusap dan menempelkan kapas pada lukanya. Kapas segera dipenuhi darah. Saya mengambil kapas kedua, membasahinya dengan minyak tawon dan kembali menempelkan pada luka di dagu ulan.  Darah sudah berkurang, lukanya lebih jelas terlihat. Dagu ulan terlihat sobek dan dalam, perlu dijahit. Kami langsung membawa ulan ke IGd rumah sakit. 


"Kenapa bu?" Tanya suster yang berjaga di meja IGD. Saya menjelaskan secara singkat lalu suster meminta saya mengukur berat badan Ulan pada timbangan yang ada di sudut ruangan. Kami diarahkan untuk masuk ke salah satu ruang disana. Ulan yg digendong papi lalu direbahkan pada tempat tidur yang ada didalam ruangan tersebut. Kapas dengan minyak tawon masih saya tempelkan pada lukanya. Pendarahan sudah jauh berkurang. Minyak tawon memang kami percaya sebagai obat yang manjur untuk segala macam luka. Kalau saja luka ulan tak dalam, saya cukup yakin untuk mengobatinya di rumah saja dengan minyak tawon.

Papi keluar untuk mengurus administrasi, saya bersama ulan menunggu di ruangan. Ulan sudah lebih tenang. Kami mengobrol Tentang sebab musabab ulan terjatuh dan sempat ke toilet untuk pipis. Ternyata ulan jatuh bujan karena ngebut saat bersepeda. Dia jatuh saat hendak putar balik. Dia memutar stang sampai mentok hingga kehilangan keseimbangan. Dari ceritanya saya berasumsi luka itu dia dapatkan karena terbentur ujung stang saat jatuh. Awalnya saya mengira ulan terluka karena terbentur batu. 



Beberapa petugas mondar mandir ke dalam ruangan menyiapkan peralatan. Seorang petugas laki laki, entah dokter atau suster menganti kapas minyak tawon yang saya pegang dengan kasa basah sepertinya karna alkohol. Saat hendak dijahit ulan kembali menangis. Saya menggenggam tangannya menguatkan dan menenangkannya. Jarum suntik ditusukkan ke sekitar lukanya, bukan cuma di satu titik tapi 4 titik. Ulan menangis dan menjerit, hatiku rasanya sedih sekali. Ngga tega rasanya membayangkan ulan merasakan sakit seperti itu. Ketika hendak dijahit, ulan kembali menangis, saya menenangkannya, bilang kalau obatnya sudah bekerja dan dia tak akan merasakan sakit. Saya mengajaknya menarik napas dan menutup mata dan ulan menjadi lebih tenang. Dokter mulai menjahit lukanya dan kali ini ulan tidak menangis. Ngilu rasanya melihat jarum menembus kulit dari seorang anak. Ulan mendapat tiga jahitan. Tentu akan jadi pe er saat melepasnya nanti. Dokter menenangkan kalau tak akan terlalu sakit saat melepas jahitan meskipun saya tahu itu hanya penghiburan. Tapi saya tak lagi membicarakan.  Sekarang fokus pada ulan agar tenang. Perban dipasang untuk menutup jahitan namun itu belum selesai. Ulan masih hrus suntik tetanus pada lengan kirinya. Ulan kembali menangis saat suster menyuntiknya. Tapi kali ini tak lama. Saat saya bilang kita sudah boleh pulang, ulan kembali tenang. 


Papi diminta suster mengurus administrasi dan mengambil obat. Kembali tinggal kami berdua di ruangan itu. Ulan minta nonton hp dan saya memberikannya. Papi masuk membawa obat. Kami keluar ruang Igd dan pulang menuju rumah. Pelajaran hari ini, betapa remuknya hati seorang ibu melihat anak kesakitan. Tak terbayang para ibu yang kuat mendampingi anak-anak yang sakit berat. Semoga Tuhan menguatkan hati para ibu yang sedang mendampingi buahatinya menuju kesembuhan.

Selasa, 31 Maret 2026

Ultah Aga Sembilan Tahun

Hari pertama masuk sekolah usai libur lebaran adalah hari ulang tahun Aga. Aga merayakan ulang tahun yang ke 9. Sudah 3 kali Aga merayakan ulang tahun saat bulan Ramadhan. Tahun ini kami merayakan ulang tahun Aga dengan berkunjung ke Milkyverse, wahana permainan bertema ruang angkasa yang ada di Karawang. Hari pertama sekolah, anak-anak pulang lebih cepat. Pukul 2 siang kami berangkat menuju mall Karawang tempat dimana Milkyverse berada. 

Tiket masuk hari itu 75 ribu rupiah untuk 2 jam dan 85 ribu rupiah untuk 3 jam sementara pendamping dikenakan biaya 20 ribu rupiah. Tiket sudah termasuk kaos kaki dan satu botol air mineral. Kami membeli 3 tiket 2 jam dan 1 tiket pendamping. Anak-anak mendapat gelang berwarna biru dan pendamping mendapat gelang berwarna kuning.

Petugas membantu memasangkan gelang pada tangan pengunjung. Setelah terpasang, gelang tersebut lalu di scan untuk membuka gerbang masuk. Area pertama yang kami masuki adalah loker dan kantin, disini para pengunjung diminta memakai kaos kaki dan menyimpan sendal atau sepatu di tempat yang telah disediakan. Di area ini juga terdapat berbagai snack yang bisa dibeli.

Begitu memasuki area permainan. Anak-anak antusias mencoba semua permainan yang ada. Ruangan terasa sejuk karena berada di dalam mall. Kami pernah berkunjung ke salah satu area bermain lain yang terasa panas sehingga membuat pengunjung menjadi kurang nyaman. 
Dulu jaman saya kecil, ada tv game show "Funhouse". Nah permainan di Milkyvese mungkin mirip mirip seperti itu. Ada berbagai halang rintang yang bisa dilalui anak-anak. yang pasti permainan disini membuat anak bisa berlarian dan bergerak bebas. Saat batas waktu bermain habis, petugas akan mengumumkan lewat pengeras suara. Anak-anak sudah kelaparan sehingga sebelum dipanggil, kami sudah keluar arena bermain. Sebaiknya sebelum masuk kesana pastikan perut anak-anak sudah terisi. Aktifitas fisik membuat anak-anak cepat merasa lapar. free Air minum yang didapat saat masuk sangat bermanfaat, memastikan anak-anak tetap terhidrasi tanpa perlu membeli ataupun membawa bekal minum terlalu banyak.
Sebelum pulang kami mampir makan di solaria. Memesan 4 menu yang berbeda, chiken moza, cordonblue, mie ayam dan nasgor tomyum dari ke 4 menu itu kami sepakat menu yang terenak adalah nasi goreng tomyum. Walaupun pedas, Aga dan wulan tetap semangat untuk mencobanya. Hari ini Aga merasa senang karena bisa merayakan ulang tahunnya dengan bermain.

Senin, 30 Maret 2026

Selesai Liburan

Dua hari sebelum liburan usai, saya selalu mengusahakan untuk sudah kembali ke rumah. Seperti libur lebaran kali ini, setelah mudik kedua tempat yang berlawanan. Hari sabtu, keluarga kami sudah kembali kerumah. sebelum anak-anak masuk sekolah pada hari senin. Jeda waktu ini untuk anak-anak beristirahat dan beradaptasi dengan ritme harian di rumah sebelum mulai kembali ke rutinitas. Jeda waktu ini juga untuk beberes rumah yang lama ditinggal dan menguria oleh oleh baju kotor hasil dari bepergian.

Saat kembali ke rumah usai liburan, entah kenapa tiba tiba cucian menggunung. Biasanya drama percucian ini perlu waktu beberapa hari untuk menyelesaikannya. Untungnya suami saya masuk golongan suami siaga. Usai liburan atau meninggalkan rumah beberapa hari, suami yang bagian bebersih seperti menyapu dan mengepel lantai, juga memasukkan pakaian kotor kedalam mesin cuci. Tugas saya adalah membereskan barang bawaan, mengembalikan barang-barang bawaan ketempatnya, menjemur dan mengurus pakaian yang sudah kering hingga masuk kembali kedalam lemari. Mengganti sprai juga jadi rutinitas pulang liburan. Karena ditinggal beberapa hari, pastinya sprei menjadi berdebu sehingga wajib diganti sebelum ditiduri. 

Sabtu sore saya gunakan untuk beristirahat setelah bersilaturahmi dengan tetangga. Dihari minggu, saya ikut suami ke bengkel untuk mengecek mobil setelah digunakan perjalanan mudik. Awalnya ingin melakukan lerawatan sebelum mudik, tapi antrian kendaraan di bengkel sangat panjang karena banyak para pemilik kendaraan yang ingin melakukan perawatan sebelum melakukan perjalanan mudik. Karena mobil kami masih terasa sehat maka kami putuskan perawatan dilakukan setelah mudik. Perawatan yang dilakukan cukup banyak, tune up, ganti oli mesin dan transmisi, ganti rubber di bagian kaki, ganti kampas rem dan isi freon. Cukup lama kami berada di bengkel hingga saya sempat jajan dimsum mentai yang kedainya tepat berada di samping bengkel. 

Pukul 18.30 kami pulang dan ternyata jalan menuju rumah macet parah karena jalur rumah kami digunakan sebagai jalur alternatif arus balik. Kami mampir membeli makan malam hingga pukul 20.00 kami baru tiba di rumah. Disambut hangat oleh anak-anak. Saya sangat beruntung karena anak-anak sangat kooperatif saat harus ditinggal ataupun diajak bepergian. 


Minggu, 29 Maret 2026

Cerita Lebaran

Saat Lebaran, anak sekolah libur selama dua pekan. Menurut surat edaran dinas pendidikan Karawang, libur lebaran mulai Senin 16 Maret sampai dengan Jumat 27 Maret. Total 16 hari Bila dihitung dengan hari sabtu dan minggu. 
Di TK wulan, Jumat 13 Maret sudah libur, Sementara Aga sudah libur mulai dari hari Selasa 10 Maret. Lintang yang bersekolah di sekolah negeri, libur sesuai edaran dinas.

Kami berangkat mudik ke Batang hari Rabu tanggal 18 Maret dan kembali hari Senin tanggal 23 Maret. Setelah beberes dan beristirahat selama satu hari di rumah. Selasa, 24 Maret, kami berangkat lagi menuju Jatiwaringin pondok gede, Berlebaran ke rumah orang tua saya. Bapak saya adalah anak pertama dari 4 bersaudara, saat lebaran semua adik-adik bapak beserta anak cucunya akan berkumpul dirumah. Sehingga tak perlu berkeliling karena bertemu di satu titik. Namun karena saya tidak lebaran dirumah, maka saya berkunjung ke rumah adik-adik bapak untuk bersilaturahmi.

Sementara dari keluarga ibu, di hari pertama lebaran berkumpul di rumah nenek bulik (adik dari ayahnya ibuku) tapi karena hari pertama lebaran kami berkumpul bersama keluarga bapak. Biasanya hari kedua lebaran baru berkunjung kesini. Kali ini kami baru berkunjung setelah pulang dari mudik.

Saya menginap di rumah bapak ibu sampai hari Sabtu, 28 Maret. Selama saya menginap ada pakde dan bulik (sepupu bapak) yang bersilaturahmi, sepupu-sepupu bapak. Ada juga ponakan-ponakan ibu yang berkunjung.
Momen lebaran memang waktunya untuk berkumpul dan bertanya kabar terbaru tentang keluarga masing-masing.

Alhamdulillah semua paklik dan bulikku baik-baik dan ngga ada yang julid. Yang sering meluncurkan pertanyaan julid ini biasanya nenekku (ibu dari bapak) saat ini usianya 80 tahun. Sepertinya pertanyaan kapan nikah dan kapan punya anak sangat umum ditanyakan pada masa muda nenekku. Sehingga pertanyaan seperti itu dianggap wajar dan masih sering ditanyakannya pada zaman sekarang. 

Buat orang yang baru masuk ke keluarga kami, pasti pernah merasakan sakit hati karena komentar komentar beliau. Pernah suatu hari istri adikku ditanya kenapa kamu belum hamil. Istri adikku menjawab, coba tanya mas juga kan bikinnya berdua. Lalu dilain kesempatan adikku mengajak nenek mengobrol, kalau pertanyaan kapan kamu nikah, kapan kamu punya anak sama seperti pertanyaan kapan kamu meninggal, kita ngga bisa jawab. Sejak itu nenekku ngga pernah lagi nanya kapan kamu punya anak ke istri adikku. Tapi kalo ke yang laiin ya masih,,

Jumat, 27 Maret 2026

Lebaran 2026/1447H

Tahun ini saya mudik ke kampung halaman suami. Tempatnya di Kabupaten mBatang, desa Jrakahpayung, Jawa Tengah. Di desa mayoritas penduduknya adalah orang tua. Momen lebaran menjadi ramai oleh kedatangan anak-anak mereka yang kembali dari rantau. Lebaran juga menjadi update kabar terbaru tentang sanak keluarga yang jarang bertemu.

Pukul 6 pagi kami sudah siap beranhkat ke masjid untuk melaksanakan solat Ied. Kami merayakan solat Ied di Hari Sabtu 21 Maret 2026 mengikuti ketetapan pemerintah (Muhammadiyah merayakan lebaran hari Jumat). Suara dari masjid mengumumkan solat ied akan dilaksanakan pukul 06.20. Letak masjid hanya berjarak 4 rumah dari rumah mertua. Pukul 7 solat dan khutbah selesai. 


Selesai sungkeman kami makan bersama. Menu hari itu ayam serundeng, sambel goreng kentang dan sayur lodeh yg sudah kami makan sejak kemarin. Kami tak lupa berfoto meskipun tak estetik. Ada yang beda dari kebiasaan salaman orang orang disini. Saat bersalaman dengan orang yang lebih tua. Maka setelah memohon maaf kita menahan dulu untuk mendengarkan doa harapan dan wejangan dari orang tua. Mirip seperti sungkeman saat hari pernikahan. Bedanya yang bicara dan menyampaikan pesan langsung orang tuanya.

Selesai makan dan beristirahat, kami mulai "ngider" berkunjung ke rumah saudara dan tetangga. Sebelah kiri belakang rumah mertua adalah rumahnya kakak dari nenek suami. Mereka biasanya hanya tinggal berdua dirumah itu. Hari ini rumah mereka ramai kedatangan anak dan cucunya. Sambil menyusuri jalan kami masuk ke rumah tetangga untuk bersalaman. Kami baru duduk saat berkunjung di rumah tetua kampung situ. Setelah sungkeman, ngobrol kabar dan menikmati hidangan, kami melanjutkan perjalanan. Kami juga bersalaman dengan beberapa keluarga kenalan suami yg bertemu di jalan. 

Rumah selanjutnya yang kami singgahi adalah rumah dari sepupu mertua. Ada dua rumah bersebelahan, penghuninya adalah kakak beradik. Kami lama mengobrol disana. Karena bapak yg tingg di rumah itu baru saja meninggal sebelum puasa. Rumah itu pun ramai dikunjungi orang sekampung. Karena bapak yang meninggal adalah seorang lebe.

Pak Lebe secara tradisional adalah sebutan bagi tokoh masyarakat atau pembantu PPN (Pegawai Pencatat Nikah) yang berperan membantu pengurusan pernikahan, rujuk, dan cerai di tingkat desa. Jujur saya baru tau ada posisi lebe selain RT dan RW. Di kampung posisi lebe merupakan orang yang dihormati.

Dari rumah pak lebe, kami tidak singgah lagi, hanya masuk rumah tetangga untuk bersalaman. Hingga sampai kembali ke rumah waktu sudah menunjukkan pukul 11.00. sampai dirumah kami makan siang dan beristirahat. Sorenya beberapa tamu berkunjung ke rumah untuk menemui bapak dan ibu mertua.

Hari kedua lebaran, kami berkunjung ke desa Sigog. Disini rumah tinggal ayah kandung suami. Sigog dan Jrakah payung hanya dipisahkan oleh aliran sungai. Sayangnya hanya ada jembatan gantung yang hanya bisa dilalui motor sebagai penghubung kedua desa itu. Sementara apabila menggunakan mobil, kita haru keluar jalan raya dan melewati beberapa desa untuk bisa sampai kesana. 

Pagi hari itu kami berkendara, sebelum menuju desa Sigog, kami main ke kawasan industri Batang melihat salah satu cabang dari pabrik tempat suami bekerja. Kami juga sempat mampir di alun alun batang dan solat zuhur di masjid samping alun-alun. Setelahnya baru menuju desa Sigog. 

Di sana kami mengunjungi rumah adik-adik bapak mertua dan beristirahat di rumah bapak. Habis ashar kami kembali ke rumah di desa Jrakah Payung.