Jumat, 27 Maret 2026

Lebaran 2026/1447H

Tahun ini saya mudik ke kampung halaman suami. Tempatnya di Kabupaten mBatang, desa Jrakahpayung, Jawa Tengah. Di desa mayoritas penduduknya adalah orang tua. Momen lebaran menjadi ramai oleh kedatangan anak-anak mereka yang kembali dari rantau. Lebaran juga menjadi update kabar terbaru tentang sanak keluarga yang jarang bertemu.

Pukul 6 pagi kami sudah siap beranhkat ke masjid untuk melaksanakan solat Ied. Kami merayakan solat Ied di Hari Sabtu 21 Maret 2026 mengikuti ketetapan pemerintah (Muhammadiyah merayakan lebaran hari Jumat). Suara dari masjid mengumumkan solat ied akan dilaksanakan pukul 06.20. Letak masjid hanya berjarak 4 rumah dari rumah mertua. Pukul 7 solat dan khutbah selesai. 


Selesai sungkeman kami makan bersama. Menu hari itu ayam serundeng, sambel goreng kentang dan sayur lodeh yg sudah kami makan sejak kemarin. Kami tak lupa berfoto meskipun tak estetik. Ada yang beda dari kebiasaan salaman orang orang disini. Saat bersalaman dengan orang yang lebih tua. Maka setelah memohon maaf kita menahan dulu untuk mendengarkan doa harapan dan wejangan dari orang tua. Mirip seperti sungkeman saat hari pernikahan. Bedanya yang bicara dan menyampaikan pesan langsung orang tuanya.

Selesai makan dan beristirahat, kami mulai "ngider" berkunjung ke rumah saudara dan tetangga. Sebelah kiri belakang rumah mertua adalah rumahnya kakak dari nenek suami. Mereka biasanya hanya tinggal berdua dirumah itu. Hari ini rumah mereka ramai kedatangan anak dan cucunya. Sambil menyusuri jalan kami masuk ke rumah tetangga untuk bersalaman. Kami baru duduk saat berkunjung di rumah tetua kampung situ. Setelah sungkeman, ngobrol kabar dan menikmati hidangan, kami melanjutkan perjalanan. Kami juga bersalaman dengan beberapa keluarga kenalan suami yg bertemu di jalan. 

Rumah selanjutnya yang kami singgahi adalah rumah dari sepupu mertua. Ada dua rumah bersebelahan, penghuninya adalah kakak beradik. Kami lama mengobrol disana. Karena bapak yg tingg di rumah itu baru saja meninggal sebelum puasa. Rumah itu pun ramai dikunjungi orang sekampung. Karena bapak yang meninggal adalah seorang lebe.

Pak Lebe secara tradisional adalah sebutan bagi tokoh masyarakat atau pembantu PPN (Pegawai Pencatat Nikah) yang berperan membantu pengurusan pernikahan, rujuk, dan cerai di tingkat desa. Jujur saya baru tau ada posisi lebe selain RT dan RW. Di kampung posisi lebe merupakan orang yang dihormati.

Dari rumah pak lebe, kami tidak singgah lagi, hanya masuk rumah tetangga untuk bersalaman. Hingga sampai kembali ke rumah waktu sudah menunjukkan pukul 11.00. sampai dirumah kami makan siang dan beristirahat. Sorenya beberapa tamu berkunjung ke rumah untuk menemui bapak dan ibu mertua.

Hari kedua lebaran, kami berkunjung ke desa Sigog. Disini rumah tinggal ayah kandung suami. Sigog dan Jrakah payung hanya dipisahkan oleh aliran sungai. Sayangnya hanya ada jembatan gantung yang hanya bisa dilalui motor sebagai penghubung kedua desa itu. Sementara apabila menggunakan mobil, kita haru keluar jalan raya dan melewati beberapa desa untuk bisa sampai kesana. 

Pagi hari itu kami berkendara, sebelum menuju desa Sigog, kami main ke kawasan industri Batang melihat salah satu cabang dari pabrik tempat suami bekerja. Kami juga sempat mampir di alun alun batang dan solat zuhur di masjid samping alun-alun. Setelahnya baru menuju desa Sigog. 

Di sana kami mengunjungi rumah adik-adik bapak mertua dan beristirahat di rumah bapak. Habis ashar kami kembali ke rumah di desa Jrakah Payung.

Kamis, 26 Maret 2026

Perjalanan Balik Mudik 2026

Hari ke 3 lebaran tepatnya Senin 23 Maret 2026 kami melakukan perjalanan balik ke Karawang. Setelah selesai berkemas dan sarapan, kami berangkat sekitar pukul 8 pagi.

Ibu mertua membawakan banyak makanan kampung sebagai oleh oleh hasil buatannya sendiri. Ada keripik pisang, keripik singkong, sale pisang, kue bawang dan emping. Malamnya ibubjuga membuatkan lontong untuk bekal kami di perjalanan. Lima belas buah lontong dan aneka gorengan menjadi bekal kami diperjalanan hari itu.

Mengawali perjalanan hari itu, kami mampir ke pombensin untuk mengisi penuh tangki dengan bahan bakar. Kebetulan pom bensin letaknya tepat di samping jalan desa rumah kami. Jalan arteri pagi itu lengang. Perjalanan arus balik mulai terasa ketika memasuki tol. Mobil yang melintas didominasi kendaraan berplat B. Kondisi ramai lancar dengan rata rata kecepatan 80km perjam. Jarak dari rumah kami ke gerbang tol Kandeman sekitar 9 km. Tol masih dibuka dua arah. Menurut informasi semua lajur tol akan digunakan satu arah menuju Jakarta mulai pukul 12 siang.

Gerbang tol Kandeman berada di KM 348. Perjalanan sampai di Karawang timur KM 56. perjalanan ini kami menempuh jarak 292 km. Setelah beberapa saat berjalan, Suami mengajak beristirahat di rest area Heritage yang berada di KM 260. Rest area Heritage berada dalam wilayah Brebes adalah bekas pabrik gula yang direnovasi menjadi rest area. Dibangun oleh Belanda pada tahun 1908, menjadi pabrik gula terbesar di daerah jawa tengah. Memadukan konsep museum dan rest area, rest area Heritage menawarkan pengalaman istirahat yang berbeda. 


Tempat pertama yang dituju saat memasuki rest area adalah toilet. Perjalanan mencari toilet dibarengi dengan melihat lihat peninggalan sejarah saat pabrik gula masih beroperasi. Di beberapa spot dipajang foto-foto kondisi pabrik gula saat masih digunakan. Ada informasi sejarah yang ditampilkan tentang bangunan atau alat-alat di pabrik gula tersebut.


Setelah makan dan ngopi, pukul 11.00 kami melanjutkan perjalanan. Jalanan masih ramai lancar, tidak ada kepadatan apalagi kemacetan yang berarti. Memasuki KM 190, perjalanan agak tersendat. Ternyata ada kecelakaan. Terlihat tiga kendaraan menepi dengan kondisi bemper dan belakang penyok.

Pukul 1 siang kami kembali beristirahat di rest area KM 102 untuk melakukan solat Zuhur. Rest area mulai penuh. Kami perlu mengantri untuk mendapatkan tempat parkir sebelum bisa beristirahat. Pukul 2 kami melanjutkan perjalanan. Hingga akhirnya pukul 3 kami sudah sampai dirumah disambut mesi si kucing yang menjaga rumah.




 

Rabu, 25 Maret 2026

Mencoba Resep Kukis Coklat Renyah

Mencoba resep Kukis coklat

Kukis coklat menempati urutan kedua kue yang cepat habis setelah nastar. Awalnya saya ingin membuat coklat karang untuk pengisi toples. Coklat karang adalah kue coklat gluten free dengan komposisi utama cacahan kacang yang dicampur dengan adonan telur, gula dan coklat. Karena tidak menggunakan terigu, telur perlu dikocok hingga mengembang agar menghasilkan adonan kental yang bisa menyelimuti kacang. Ternyata mikser dirumah rusak jadi tidak memungkinkan untuk bisa membuat coklat karang. Pilihan percobaan resep kali ini ingin membuat kukis coklat yang menggunakan coklat blok.

Setelah cek cek beberapa resep di youtube, pilihan jatuh pada sebuah resep kukis coklat di channel Mama Caca. Teman teman bisa cek resepnya pada link berikut : https://youtu.be/yeAovUD69yo?si=08Xq1dmQYPw-ZQwg


Bahan yang dibutuhkan adalah
🍰Coklat batang 200 gram lelehkan
🍰Kacang mete 150 gram cincang kasar
🍰 Margarin 400 gram
🍰 Gula halus 250 gram
🍰 Kuning telur 2 butir 
🍰 Susu bubuk 60 gram
🍰 Tepung maizena 40 gram
🍰 Coklat bubuk 30 gram
🍰 Tepung terigu 550 gram
🍰Choco chip secukupnya untuk topping

Cara membuatnya kocok margarin, kuning telur dan gula halus lalu masukkan lelehan coklat. Setelah tercampur masukkan cacahan kacang, aduk kembali. Masukkan coklat bubuk, susu bubuk dan maizena aduk rata. Masukkan terigu bagi menjadi dua tahap. Adonan yang dihasilkan kalis dan lembut. Bentuk sesuai selera hias bagian atas dengan choco chips lalu panggang.

Setelah matang menghasilkan kue yang renyah mirip seperti goodtime. tBeberapa catatan bila ingin recook kembali resep ini, Penggunaan gula perlu dikurangi karena kue yang dihasilkan sangat manis. Penggunaan coklat blok juga perlu dikurangi. Saya menggunakan coklat blok merk diamond yang sudah manis sehingga paduan coklat blok dan gula bubuk menghasilkan rasa manis yang kuat. Rasa coklat didapat dari coklat bubuk pastikan gunakan coklat bubuk yang berkualitas. Rasa kacang juga tidak dominan, karena tekstur kue sudah renyah. Kalau mau penggunaan kacang mede ditambah dan cacahan mede dibuat agak besar jangan terlalu kecil. 

Terlepas dari rasa manisnya yang kuat, resep diatas menghasilkan kue yang enaak dan nyoklat, selanjutnya pasti mau buat lagi dengan penyesuaian.




Senin, 23 Maret 2026

Kue lebaran 2026/1447H



Tahun ini saya membuat beberapa kue lebaran, meskipun lebih tepat menyebutnya kue ramadhan. Karena kue kering yang biasa dihidangkan saat lebaran ini malah jadi cemilan kami saat ramadhan. 

Kue pertama yang saya buat tentunya kue kesukaan sejuta umat, termasuk keluarga saya, nastar. Saya selalu menyiapkan selai nastar sebelum puasa tiba. Mengingat proses membuat selai nanas membutuhkan waktu yang panjang dan membutuhkan tenaga. Selai dari 4 buah nanas besar, cukup untuk 1 adonan resep nastar ala Ibu Fatmah bahalwan. Dengan bahan utama 700gr terigu dan 500gr campuran margarin dan mentega. Teman-teman bisa lihat resepnya di youtube beliau. Untuk diketahui, setelah beberapa kali mencoba berbagai resep nastar, resep bu Fat ini yang menjadi favorit keluarga kami.

Membuat Nastar tahun ini saya menggunakan campuran margarin Royal Krone dan simas, royal krone adalah margarin dengan tambahan aroma butter, merk yang umumnya dikenal adalah royal palmia atau blueband cake and cookies. Royal krone membuat aroma nastar seperti layaknya menggunakan butter sementara teksturnya tetap seperti menggunakan margarin. Sementara campuran margarin simas yang asin membuat rasa kulit nastar menjadi seimbang tanpa perlu menambahkan garam.

Kue selanjutnya yang saya buat adalah putri salju masih dengan resep dr ibu Fat. Resep Putri salju ini agak lain karena tidak menggunakan telur tetapi menggunakan kacang mede yang dihalusnya. Hasil akhirnya menjadi kue yang renyah. Sayangnya penggunaan gula pada resep tidak sesuai selera keluarga kami karena sangat maniis. Karena ini percobaan pertama, setiap bahan dan langkah saya ikuti sesuai resep dan kuenya terasa sangat manis. Bila nanti ingin membuat lagi, takaran gula saya kurangi setengahnya. Sepertinya saya masih harus mencari resep putri salju yg sesuai dengan selera keluarga kami.

Kue ketiga yang saya buat adalah kastengel resep dari ibu Nikmatul Rosidah, seorang yoitiber yang sering membagikan pengalamannnya memasak. Resep ini juga sudah menjadi favorit keluarga kami, terutama saya dan lintang yang suka kastengel. Kastengel tanpa telur menghasilkan kue yang renyah dan ngeju banget. Membuat kastengel resep dari bu Nik memang sebaiknya menggunakan bahan premium karena hanya menggunakan tiga bahan, sehingga rasa dari keju dan mentega membaur menghasilkan kue yang lezat.




Jumat, 20 Maret 2026

Belajar Membuat Keripik Bawang


Keripik bawang buatan mertua rasanya juara. Dijamin sekali coba pasti langsung ketagihan karena rasanya yang gurih dan krispi. Mudik kali ini saya berkesempatan praktek langsung belajar cara membuatnya. Bahan yang diperlukan sangat mudah didapat, cara membuatnya juga cukup mudah namun ternyata memang ada beberapa teknik yang harus dikerjakan agar keripik menjadi renyah. Yuk langsung aja kita praktek.

Mertua menyiapkan bahan 2kg terigu untuk membuat keripik bawang. Bahan bahannya sebagai berikut :
2kg terigu
1 butir telur
2 sdm margarin
2 bungkus masako (kemasan renceng)
1 bungkus micin (harga 500)
Bumbu halus (7 siung bawang putih, 4 batang seledri, 3 batang daun bawang)
Air es (disesuaikan dengan adonan)

Cara membuatnya : semua bahan kecuali air es dicampur hingga rata, setelah rata tepung menjadi bergerindil halus masukkan air es. Masukkan air sedikit demi sedikit. Diawal mertua memasukkan segelas air es setelah agak tercampur baru menambahkan segelas lagi. Setelah diaduk, masih ada remahan tepung yang belum tercampur karena adonan masih terasa kering. Tapi mertua bilang airnya sudah cukup, cukup terus diuleni hingga membentuk adonan padat.

Saat itu kalau bikin sendiri, sudah pasti saya tambahkan air hingga membuat adonan lebih elastis. Menurut mertua bila adonan kalis malah akan membuat keripik bawang menjadi keras maka penggunaan air cukup sedikit saja asal adonan bisa saling menempel. 

Lalu adonan dibagi menjadi bagian bagian kecil yang dibentuk bulat pipih. fungsinya saat menggiling kita bisa langsung mengambil bagian kecil itu. Saat menggiling pun adonan yg sidah dibagi harus dibedakin dengan terigu, selesai giling lipat dan giling hingga tipis. Setelahnya didapat adonan pipih tipis yang memanjang. Kita tinggal memotongnya dengan rol gerigi. Biasanya didapat satu paket dengan alat penggiling.

Adonan menumpuk tak apa nanti saat digoreng mereka akan terpisah sendiri. Goreng dalam minyak yang cukup banyak dan panas. Hasilnya keripik bawang yang super kriuk dan gurih. Dijamin setoples ga berasa apalagi dimakan saat kumpul bareng keluarga.