Senin, 24 Agustus 2026

Lingkaran Kesukaan

Mengerjakan tugas kedua AHT intermediet kali ini cukup menantang karena suami suka ogah kalo diajak "ngerjain tugas". Jadilah saya yang harus mengemasnya jadi obrolan ringan bersama suami agar tugas ini dapat terselesaikan. Meski begitu, saya ingin tetap berpartner dengan suami saat mengerjakan tugas ini sebelum dikembangkan lagi bersama anak-anak. 

Diskusi juga tidak terjadi di satu waktu, pokoknya mengikuti waktu santai bareng dan topik obrolan yang relate. Kami ngobrol tentang makanan kesukaan di waktu makan siang, kebetulan siang itu suami ada dirumah dan kami makan siang bersama. Diskusi mengenai kegiatan yang disuka baru terjadi di hari terakhir pengumpulan tugas. Hari ini suami libur dan kami menghabiskan waktu pagi bersama sambil menemani si bungsu yg ngga sekolah karena sakit perut. Suami yang tipe rumahan bingung menjawab kegiatan apa saja yg disukainya. 

Saya dan suami memang setipe, kami sama sama betah di rumah dan berkegiatan dirumah saja. Kami sekeluarga lebih sering makan bersama dirumah, ngga harus makan masakan saya tapi makannya bersama dirumah. Saya juga suka belajar hal hal baru, terutama hal hal yang saya sukai, dari sinilah saya mulai berkomunitas di ibu profesional dan juga mengambil peran sebagai pengurus kelas di sekolah. Saat menandai kegiatan pasangan yang tidak disukai, suami memilih berkomunitas. Sebenarnya saya juga sudah tahu, meski begitu suami tetap mengijinkan saya berkegiatan. Alasan suami tak suka karena merasa itu tidak bermanfaat buat dirinya dan keluarga tapi karena itu adalah me time dan kebahagiaan buat pasangannya maka tetap diijinkan. 

Saya memilih kegiatan menonton suami menjadi kegiatan yg tidak saya sukai, karena tontonannya yg tidak berkualitas dan berfaedah. Suami sering banget penasaran sama cuplikan iklan dracin di youtube dan akhirnya malah ngikutin seriesnya. Padahal kalau niat mau cari tontonan yang bagus dan berkualitas kan banyak pilihan lain. 

Sejauh ini kami sudah cukup mengenal baik kepribadian masing masing, dan dengan menuliskannya semua itu jadi makin terlihat sehingga menjadi lebih terpetakan mau dibawa kemana.

Sabtu, 15 Agustus 2026

Membangun Model Keluarga

Dibesarkan dalam keluarga yang kurang komunikatif membuat saya kesulitan mengutarakan perasaan, pikiran dan bahkan pendapat. Saat memiliki keluarga sendiri, saya tak ingin kebiasaan ini berlanjut, apalagi suami juga dibesarkan dengan latar belakang keluarga yang hampir mirip sehingga besar kemungkinan mengulang pola pengasuhan yang sama.

Buat saya, Keluarga ibarat tanah tempat bertumbuh. Keluarga yang memberikan keamanan dan kehangatan akan menumbuhkan kebahagiaan bagi setiap anggota didalamnya dan kebahagiaan itu akan menyebar kepada lingkungan dan orang2 sekitar. 

Keinginan untuk memperbaiki diri dan keluarga membawa saya sampai di sini, belajar bagaimana membangun keluarga dengan kualitas A sehingga setiap anggotanya menjadi pribadi yang lebih baik dan bahagia. Saat ini keluarga kami terus berproses menuju ke arah yang lebih baik walaupun masih jauh dari kata sempurna. 

Pembagian peran di keluarga kami berjalan natural, saya yg suka belajar dan visioner sering berbagi hasil belajar dan mengajukan project-project keluarga, sementara suami bertindak sebagai direktur keluarga yang bertanggung jawab pada kestabilan dan jalannya keluarga. Anak-anak mempunyai tugas rumah masing-masing untuk belajar tanggung jawab dan rasa memiliki. Berani dan merasa aman menyampaikan perasaan menjadi salah satu indikator kesuksesan keluarga kami. 

Berangkat dari ke-introvert-an saya dan suami yang nyaman di rumah saja, membuat kemandirian menjadi salah satu nilai yang kami pegang. Bertanggung jawab dan welas asih kepada sesama dan lingkungan juga menjadi core value keluarga sebagai bentuk rasa syukur dan iman kepada Tuhan.

Khazanah adalah nama belakang suami yang diambil dari nama ibunya dan kini kami angkat menjadi nama keluarga. Khazanah menurut KBBI adalah kekayaan. Seperti penggalan lirik lagu keluarga cemara, Khazanah family adalah harta yang paling berharga bagi kami anggotanya 

Bagaimana membagikan materi AHT bila tak ada listrik dan internet? 
saya akan menyampaikan materi A Home Team secara tatap muka, dengan menyiapkan gambar-gambar yang terkait dengan materi dan alat tulis seperti pulpen, spidol, karton dan sticky notes agar peserta dapat mencatat dan melakukan refleksi. 


Rabu, 08 Juli 2026

Selasa, 07 Juli 2026

Senin, 06 Juli 2026