Jumat, 20 Februari 2026

Menemani Ibu Berobat

Hari ini anter ibu ke RSUD dr Chasbulloh Abdulmajid kota Bekasi. Ibu berobat menggunakan BPJS, beberapa kali ke klinik faskes tingkat 1 dengan keluhan sakit perut bagian kiri. Beberapa kali kunjungan diagnosa dokter adalah sakit lambung dan biasanya pulang dengan obat lambung. Sampai bulan lalu, ibu mengeluh air seni berbusa dan berwarna keruh dengan sakit perut bagian kiri yang masih dirasakan. Maka Ibu kembali pergi ke klinik faskes tingkat 1. Dengan keluhan yang bertambah, dokter klinik merekomendasikan ibu untuk tes urin. Hasilnya ada endapan abnormal dalam urin.

Dari hasil tes urin, dokter memberi surat rujukan ke dokter urologi di RS Karunia Kasih. Untungnya jarak rumah bisa dijangkau dengan jalan kaki. Ibu sangat mandiri, pergi berobat sendiri tanpa ada yang mendampingi. Setelah anak-anaknya menikah, ibu dan bapak memang hanya tinggal berdua. Saya berkunjung sesekali saat anak-anak libur sekolah.  

Saat bertemu dengan dokter urologi di RS Karunia Kasih, dokter melakukan USG organ dalam, hasilnya ginjal sebelah kanan ada pembengkakan. Lagi lagi ibu mendapat rujukan untuk melakukan CT Scan, sayangnya belum ada CT scan di sana, jadi CT scan dilakukan di RS Restu Kasih Cililitan. 

Singkat cerita, ibu berangkat ke RS Restu Kasih untuk melakukan CT scan, hasilnya dibawa kembali ke dokter Urologi di RS Karunia Kasih. Dari Hasil CT scan terlihat beberapa masalah. Dr urologi di RS Karunia Kasih kembali merujuk ibu ke RSUD Kota Bekasi untuk tindakan lebih lanjut.

Kebetulan saat jadwal berobat ke RSUD Kota Bekasi saya sedang menginap, disitulah ibu memberitahu riwayat berobat yang saya ceritakan diatas. Syukurnya saya dapat mendampingi karena jarak RSUD kota Bekasi jauh dari rumah.

Kami berangkat pukul 6.40 pagi, pagi itu jalan lengang karena anak sekolah libur awal puasa. Pukul 7.30 kami sampai dan diarahkan ke gedung D. Masuk ke gedung D dipadati oleh pasien dan keluarganya. Kami mendapat nomor antrian 65 untuk pendaftaran saat itu nomor yg dipanggil baru sampai 30. Pukul 9 kami selesai di pendaftaran mendapat antrian poli urologi nomor 23.

Menurut suster poli urologi, hari ini adalah jadwal dr Bagus tapi berhalangan hadir sehingga digantikan oleh dr Herbayu. Dan jadwal kedatangan dokter pukul 11. Masih ada dua jam lagi, saya dan ibu memutuskan menunggu di loby gedung A yang lebih lengang dan santai.

Menjelang pukul 11 kami kembali ke poli Urologi di gedung D. Ruang tunggu semakin padat dengan pasien dan keluarganya. Pukul 11.20 dokter baru tiba, dan satu persatu pasien dipanggil sesuai nomor antrian.

Dokter Bayu menanyakan keluhan yang ibu alami, melihat hasil CT scan lalu menjelaskan penyakitnya. Menurut penjelasan dokter, batu ginjal ada di sebelah kanan dan itu harus segera dilakukan tindakan. Keluhan sakit di bagian kiri bisa jadi karena ada penyempitan pembuluh darah (syaraf kejepit) dilihat dr hasil ct scan. Sebelum tindakan operasi dengan sayatan kecil, ibu diminta melakukan rongsen dan cek darah. 

Selesai konsul dengan dokter, perawat menjelaskan tentang jadwal kontrol dan tindakan selanjutnya. Ibu diminta pergi ke gedung A untuk melakukan rongsen dan pengambilan sampel darah. Hasil darah diambil saat jadwal kontrol selanjutnya, sementara hasil rongsen langsung diserahkan ke dokter, bila kita ingin melihat hasilnya bisa dilakukan secara online melalui situs siberojol.id

Maka selesailah pemeriksaan hari itu. Sebelum pulang, kami solat zuhur terlebih dahulu. Setelah bingung cari jalan masuk tol, akhirnya pukul 14.30 kami tiba sampai dirumah.