Sabtu, 15 Agustus 2026

Membangun Model Keluarga

Dibesarkan dalam keluarga yang kurang komunikatif membuat saya kesulitan mengutarakan perasaan, pikiran dan bahkan pendapat. Saat memiliki keluarga sendiri, saya tak ingin kebiasaan ini berlanjut, apalagi suami juga dibesarkan dengan latar belakang keluarga yang hampir mirip sehingga besar kemungkinan mengulang pola pengasuhan yang sama.

Buat saya, Keluarga ibarat tanah tempat bertumbuh. Keluarga yang memberikan keamanan dan kehangatan akan menumbuhkan kebahagiaan bagi setiap anggota didalamnya dan kebahagiaan itu akan menyebar kepada lingkungan dan orang2 sekitar. 

Keinginan untuk memperbaiki diri dan keluarga membawa saya sampai di sini, belajar bagaimana membangun keluarga dengan kualitas A sehingga setiap anggotanya menjadi pribadi yang lebih baik dan bahagia. Saat ini keluarga kami terus berproses menuju ke arah yang lebih baik walaupun masih jauh dari kata sempurna. 

Pembagian peran di keluarga kami berjalan natural, saya yg suka belajar dan visioner sering berbagi hasil belajar dan mengajukan project-project keluarga, sementara suami bertindak sebagai direktur keluarga yang bertanggung jawab pada kestabilan dan jalannya keluarga. Anak-anak mempunyai tugas rumah masing-masing untuk belajar tanggung jawab dan rasa memiliki. Berani dan merasa aman menyampaikan perasaan menjadi salah satu indikator kesuksesan keluarga kami. 

Berangkat dari ke-introvert-an saya dan suami yang nyaman di rumah saja, membuat kemandirian menjadi salah satu nilai yang kami pegang. Bertanggung jawab dan welas asih kepada sesama dan lingkungan juga menjadi core value keluarga sebagai bentuk rasa syukur dan iman kepada Tuhan.

Khazanah adalah nama belakang suami yang diambil dari nama ibunya dan kini kami angkat menjadi nama keluarga. Khazanah menurut KBBI adalah kekayaan. Seperti penggalan lirik lagu keluarga cemara, Khazanah family adalah harta yang paling berharga bagi kami anggotanya 

Bagaimana membagikan materi AHT bila tak ada listrik dan internet? 
saya akan menyampaikan materi A Home Team secara tatap muka, dengan menyiapkan gambar-gambar yang terkait dengan materi dan alat tulis seperti pulpen, spidol, karton dan sticky notes agar peserta dapat mencatat dan melakukan refleksi.