Saat kembali ke rumah usai liburan, entah kenapa tiba tiba cucian menggunung. Biasanya drama percucian ini perlu waktu beberapa hari untuk menyelesaikannya. Untungnya suami saya masuk golongan suami siaga. Usai liburan atau meninggalkan rumah beberapa hari, suami yang bagian bebersih seperti menyapu dan mengepel lantai, juga memasukkan pakaian kotor kedalam mesin cuci. Tugas saya adalah membereskan barang bawaan, mengembalikan barang-barang bawaan ketempatnya, menjemur dan mengurus pakaian yang sudah kering hingga masuk kembali kedalam lemari. Mengganti sprai juga jadi rutinitas pulang liburan. Karena ditinggal beberapa hari, pastinya sprei menjadi berdebu sehingga wajib diganti sebelum ditiduri.
Sabtu sore saya gunakan untuk beristirahat setelah bersilaturahmi dengan tetangga. Dihari minggu, saya ikut suami ke bengkel untuk mengecek mobil setelah digunakan perjalanan mudik. Awalnya ingin melakukan lerawatan sebelum mudik, tapi antrian kendaraan di bengkel sangat panjang karena banyak para pemilik kendaraan yang ingin melakukan perawatan sebelum melakukan perjalanan mudik. Karena mobil kami masih terasa sehat maka kami putuskan perawatan dilakukan setelah mudik. Perawatan yang dilakukan cukup banyak, tune up, ganti oli mesin dan transmisi, ganti rubber di bagian kaki, ganti kampas rem dan isi freon. Cukup lama kami berada di bengkel hingga saya sempat jajan dimsum mentai yang kedainya tepat berada di samping bengkel.
Pukul 18.30 kami pulang dan ternyata jalan menuju rumah macet parah karena jalur rumah kami digunakan sebagai jalur alternatif arus balik. Kami mampir membeli makan malam hingga pukul 20.00 kami baru tiba di rumah. Disambut hangat oleh anak-anak. Saya sangat beruntung karena anak-anak sangat kooperatif saat harus ditinggal ataupun diajak bepergian.