Diawali membuat ginger bug menggunakan gelas kaca. Dihari ketiga ginger bug saya tidak berwarna pink, hanya putih keruh saja. Tapi saya tetap melanjutkan proses pencampuran dengan wedang jahe. Setiap hari saya membuka botol kaca tempat ginger beer namun tak ada gas yang keluar. Menurut penjelasan pembuat video ada beberapa hal yang menyebabkan ga tidak keluar. yang pertama, ginger bug gagal atau kurang aktif bisa jadi karena irisan jahe kurang banyak. Kedua, botol yang digunakan untuk menyimpan ginger beer tutupnya kurang rapat. Yang ketiga suhu selama penyimpanan dingin. sebaiknya simpan dalam suhu 27 sampai 33 derajat celcius.
Dari hasil pengamatan, sepertinya ginger bug saya yang belum aktif karena saat mencampur dengan wedang jahe, ginger bug saya tidak berubah warna kemerahan. Tutup selama penyimpanan mungkin juga kurang rapat karena saya hanya menggunakan botol bekas sirup. Saat saya menulis ini ginger beer saya masih berusia dua hari dan belum cukup umur untuk diminum karena menurut video umur penyimpanan ginger beer sebelum siap dikonsumsi adalah tiga hari.
Jujur saya penasaran dengan rasa dari ginger beer ini apakah akan terasa asam seperti kombucha atau seperti minuman bersoda. Tentunya saya masih ingin mencoba membuat lagi apabila ginger beer perdana ini belum berhasil. Saya membuat 2 botol ginger beer dan hari ini salah satu botolnya berwarna pink. Mungkin apabila ginger bug belum berubah warna jangan segera mencampurnya dengan wedang jahe. pastikan ginger bug yang kita buat sudah terfermentasi yang tandanya berubah warna ke pink pink an. Pesan dari pembuat video jangan menyerah untuk mencoba lagi.