Rabu, 29 April 2026

Berobat Double

Hari ini nganter aga dan wulan kerumah sakit. Wulan memang jadwalnya buka jahitan dari lukanya di dagu minggu lalu. Sementara aga kemarin pulang sekolah lebih cepat karena badannya panas dan mengeluh pusing. Bu guru mengabari saya untuk menjemput aga setelah selasai jam makan siang. Siang itu saya sedang mengantar wulan lomba porseni TK di technomart. Untungnya papi sedang dirumah karena jadwal masuk malam. Maka siang itu papi yang jemput aga lebih cepat. Saya dan wulan baru tiba dirumah pukul 15.00. aga sedang tidur, badannya demam. Semakin sore aga mengeluh pusing, pertimbangannya aga tak segera saya bawa ke rs sore itu karena takut dirawat, sedangkan papi berangkat sore dan baru pulang besok pagi. Kalau aga dirawat, maka dirumah cuma ada lintang dan wulan. Kasian mereka ngga ada yg jaga. Maka saya putuskan berobat besok pagi saja bareng sama jadwal ulan kontrol.

Pukul 7 kami sudah berangkat dari rumah. Pukul 7.30 sampai di rs dan segera mendaftar. Wulan ke dokter bedah, aga ke dokter anak. Dokter anak ada di lantai 1 dan dokter bedah ada di lantai 2. Setelah menyerahkan barcode ke nurse station di dokter anak. Kami naik tangga menuju lantai 2. Setelah wulan diperiksa berat badan, kami menunggu dokter bedah terlebih dulu karena jadwal dokter bedah lebih pagi dr dokter anak. Ternyata sampai pukul 8 dr bedah masih belum datang, padahal jadwal di rumah sakit praktek dokter mulai pukul 7.30. kami turun untuk mengecek dokter anak. Ternyata dokter anak pun belum tiba tapi kami ke perawat dulu untuk pengecekan berat badan dan kondisi anak. Selesai itu kami naik kembali ke lantai 2 menunggu dokter bedah. Pukul 8 lewat doktwr bedah tiba. Ulan segera masuk poli. Proses buka jahitan tak berlangsung lama. Dokter masuk ambil gunting, pasang plester dan selesai. Setelah itu kami menunggu di kasir lantai 2 cukup lama. Karena itu saya kembali turun untuk mengantri dokter anak. Sayangnya ketika kami turun nomor antrian aga sudah terlewat. Maka kami menunggu 4 pasien terlebih dulu baru nama aga dipanggil kembali. 


Di poli anak, setelah menceritakan riwayat penyakit dan keluhan aga, dokter memeriksa fisik aga. Dokter curiga sinus dan disarankan melakukan rongsen kepala. sambil menunggu koordinasi suster dan bagian radiologi, saya kembali ke atas untuk menyelesaikan pembayaran ulan. Setelah beres suster poli anak mengabarkan kami bisa langsung ke bagian radiologi untuk rongsen. Aga menjalani foto rongsen kepala di ruangan tertutup. 5 menit kemudian kami sudah kembali ke poli anak dan mengabari suster disana bahwa sudah melakukan rongsen. Kami diminta menunggu kembali untuk bertemu dokter.


Setelah dua pasien, nama aga kembali dipanggil. Menurut dokter dari hasil rongsen kepala ada penebalan dinding hidung yang ditandai dengan warna putih pada hasil fotonya. Indikasi sinus karena infeksi batuk pileknya. Dokter meresepkan antibiotik untuk 2 minggu yang wajib dihabiskan. Ada juga racikan obat untuk batuk pilek dan cairan penyemprot hidung yg harus disemprotkan setiap pagi.


Keluar dr poli anak. Saya menuju kasir untuk menyelesaikan pembayaran. Lanjut kebagian farmasi untuk mengambil obat yang diresepkan. Pukul 11 kami baru keluar dari gedung rumah sakit. Pukul 12 kami tiba kembali sampai di rumah dan beristirahat. 

Meskipun hanya duduk dan beberapa kali bolak balik naik tangga. Ketika sampai dirumah badan terasa sangat lelah.