Hampir sebulan ini saya mulai belajar mengemudi. Pertama belajar, langsung menggunakan mobil matic. Tak terlalu sulit untuk mengendarai mobil matic karena kita tak terlalu sibuk berpikir untuk pindah gigi. Setelah berlatih merasakan injakan gas dan rem, saya langsung turun kejalan umum yang tak ramai dilalui kendaraan. Kalau pun ada yang lewat, bisa dengan mudah melewati mobil yang saya kendarai dengan lambat.
Mengendarai mobil matic tak sibuk mengganti gigi. Cukup menempatkan perseneling pada posisi D maka mobil akan bergerak maju dengan sendirinya. Kita cukup memainkan rem dan gas untuk mengatur kecepatan mobil bergerak. Saat mundur, perseneling pada posisi R alias reverse maka saat menginjak rem dan gas, mobil akan bergerak mundur. Sementara perseneling N (netral) membuat mobil diam tak bergerak dan perseneling P (parkir) untuk mengunci ban sehingga diam. Semua itu masih dalam pikiran, belum masuk ke alam bawah sadar.
Tantangan terbesar saar belajar mengemudi adalah menemukan feeling membelokkan mobil. Seberapa banyak putaran stir yang harus dilakukan mempengaruhi putaran arah mobil. Sudut pandang pengemudi juga sangat menentukan posisi mobil. Sebagai pengemudi pemula, saya belum terbiasa menempatkan mobil dalam posisi tepat di tengah, karena posisi pengemudi yang berada di sebelah kanan. Buat saya mengemudi di jalanan kota tempat saya tinggal sangat menantang, mengingat sebagian besar pengguna jalan di sini sangat tidak sabar, kurang beretika dan tidak taat aturan. Disertai dengan banyaknya kondisi jalan yang rusak jadi paket combo untuk selalu waspada saat berkendara.
Saat belajar mengemudi, rasanya semua indera dalam posisi waspada sehingga setelah selesai badan jadi terasa sangat lelah. Saya berlatih dengan seorang instruktur mengemudi yang datang kerumah dengan total pertemuan 10 jam. Saat ini saya mulai menemukan “rasa” dalam mengemudi mobil. Sudah 3 kali saya pergi ke jalan umum tentunya masih didampingi. Saat tanpa pendamping saya hanya berkeliling di dalam perumahan untuk memperlancar dan menemukan rasa dalam mengemudi. Harapannya bulan depan saya sudah berani mengendarai mobil sendiri keluar kota.